Rabu, 29 Januari 2020


Materi bahasa indonesia kls 12

Poster adalah pengumuman atau iklan berbentuk gambar atau tulisan yang ditempelkan didinding ,tembok atau tempat umu yang strategis agar mudah diketaui banyak orang.
Iklan adalah suatu bentuk informasi yang dilakukan oleh seseorang ,instansi/lembaga atau perusahaan yang isinya berupa pesan yang menarik tentang sebuah produk atau jasa yang ditujukan kepada khalayak
Unsur iklan
1.       attention (perhatian)
2.       interest(minat)
3.       desire(keinginan)
4.       conviction(rasa percaya)
5.       action(tindakan)

unsur poster
1.       harus ada produk yang ditawarkan baik barang maupun jasa.
2.       Memiliki sasaran yang jelas tentang produkdan jasa yang bertanggung jawab.
3.       Harus ada yang bertanggungjawab.
4.       Warna yang dipilih harus diperhatikan.
5.       Perlu ada logo dan nama perusahaan.
6.       Majas / Gaya Bahasa
adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain.
7.               menurut  Badudu, (1975:70-85) gaya bahasa dibedakan atas :
8.               1. gaya bahasa perbandingan
9.               2. gaya bahasa sindiran
10.           3. gaya bahasa penegasan
11.           4. gaya bahasa pertentangan
Gaya bahasa perbandingan
  1. Matafora
        gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda yang lain secara langsung.
        Contoh :
        Pemuda adalah tulang punggung negara

2. Personifikasi
Gaya bahasa yang menggambarkan benda-benda mati memiliki sifat dan perbuatan seperti manusia
Contoh :
Awanpun terlihat gelap ketika melihat engkau sedang bersedih
3. Asosiasi
Gaya bahasa yang membandingkan antara suatu benda yang sudah disebutkan
Contoh :
Mukanya bersinar bagai mentari dipagi hari
4. Alegori
Gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan utuh
Contoh :
Bagai mendanyung bahtera rumah tangga mengarungi lautan yang penuh bahaya
5. Simbolik
Gaya bahasa yang melukiskan benda-benda lain sebagai simbol / lambang
Contoh :
Bunglon, lambang orang yang tidak punya pendirian
6. Litotes
Gaya bahasa yang mengemukakan diri dengan merendahkan diri
Contoh :
Jika tidak keberatan, mampirlah ke gubuk saya
7. Hiperbola
Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan
Contoh :
Suaramu menggelegar bagai genderang mau pecah
8. Sinekdoke
Gaya bahasa yang mengemukakansesuatu dengan menyebutkan bagian-bagiannya saja atau sebaliknya (pars pro toto);
menyatakan suatu keseluruhan dengan maksud sebagian saja (totem pro parte).
Contoh pars pro toto
Sudah lama aku tidak melihat batang hidungmu
Contoh totem pro parte
Dalam pertandingan kemerin, Jakarta berhasil mengungguli Bandung dengan 3-0 langsung

9. Tropen adalah gaya bahasa kiasan yang mempergunakan kata-kata yang tepat dan sejajar artinya dengan pengertian yang dimaksud.
Contoh :
\besok bapak presiden akan terbang ke surabaya.

10. Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama merek yang mengasosiasikan sebuah benda yang sangat di kenal dengan nama merek tersebut.
Contoh : budi pergi memakai kijang.
11. Eponim adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mengambil sifat-sifat yang dimiliki oleh nama-nama yang telah terkenal.
Contoh : lihatlah, srikandi-srikandi kita sedang berbaris dengan tegapnya.
12. Eufimisme adalah gaya bahasa yang mengemukakan pikiran / perasaaan dengan menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyinggung perasaan orang lain
Contoh : orang gila disebut berubah akal.
13. Alusio adalah gaya bahasa pernyataan atau maksud yng dismpaikan secara kias tetapi hanya sebagian saja karena masyarakat dianggap sudah tahu maksudnya.
Contoh : sudah selayaknya dalam usaha kita berakit-akit ke hulu
14. Antonomasia adalah gaya bahasa yang menggunakan ciri fisik seseorang untuk dipakai sebagai nama panggilan.
Contoh : orang gemuk dipanggil si gendut.



15. Perifrasis
Adalah gaya bahasa penguraian.
Contoh : kereta api itu berlari terus
(kuda besi yang panjang itu berlari terus)

Gaya bahasa sindiran
1.       Ironi
Adalah gaya bahasa engan cara menyindir dengan mengatakan sebaliknya .
Contoh: baru pukul 08.00 mengapa sudah bangun.
2.       Sinisme
Adalah gaya bahasa sindiran ,tetapi lebih kasar dari pada ironi .
Contoh : serasa ingi muntahaku melihat kelakuan mu yg tak pernah berubah.
3.       Sarkasme
Adalah gaya  bahasa ejekan atas sindiran dengan kata-kata  yg kasar.
Contoh: tulikah kamu ,dipanggil sejak tadi tidak datang-datag juuga.

Gaya bahsa penegasan
1.       pleonasme
Adalah gaya bhs. Untuk yg memperjelas maksud dengan menggunnakann kata berlebih.
Contoh: benar peristiwa itu kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri .
2.       repitisi
adalah gaya bhs untuk memperkuat makna atau maksud dengan mengulang kata atau bagian kalimat yg maksudnya hendak diperkuat. Contoh : untuk mencapai cita-cita ,kita harus belajar ,belajar,da sekali lagi  belajar.
3.       Paralel
Adalah gaya bhs pengulangan kata untk penegasan dan dalam puisi. Bila diulang diawal disebut ANAFORA. Bila diulang diakhir disebut EPIFORA.
Contoh: ANAFORA
Kekasihku,
Kamuu cantik
Kamu baik
Kamu istimewa
Contoh : EPIFORA
Kalau kau mau,aku akan datang
Jika kau hendaki ,aku akan datang
Bila kau minta, aku akan datang








MATERI EKOSISTEM KELAS XII
Tidak ada satupun organisme yang dapat hidup sendiri, terpisah dan terasing dari makhluk hidup lainnya, termasuk manusia. Untuk hidup kita perlu makan dan tempat hidup yang nyaman, maka kita memerlukan kehadiran organisme lain sebagai penyedia makanan dan tempat untuk melakukan aktivitas kehidupan. Dengan demikian, terjadilah interaksi antar organisme dengan sesamanya dan juga interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Hubungan ketergantungan yang saling mempengaruhi antara organisme dengan lingkungannya merupakan ekosistem yangakan dibahas.

A.    Pengertian Ekosistem
Istilah ekosistem berasal dari kata oikos yang berarti rumah sendiri dan sistemayang berarti terdiri atas bagian-bagian yang utuh atau saling mempengaruhi. Jadi, ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang dibentuk di suatu daerah dan terjadi hubungan timbal balik antara komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) atau dengan lingkungan.
Ekosistem merupakan suatu sistem yang dinamis, hal itu ditandai dengan adanya aliran energi, daur materi, dan produktivitas. Interaksi dapat terjadi antara komponen biotik dengan abiotik dan di antara komponen biotik dalam bentuk aliran energi dan siklus materi.
Ekosistem yang ada di muka bumi ini terdiri atas perpaduan berbagai jenis dengan kombinasi lingkungan fisik dan kimia yang berbeda-beda, sehingga bentuk ekosistem yang dihasilkan pun akan berbeda-beda. Di Indonesia terdapat empat kelompok ekosistem utama, yaitu ekosistem bahari (laut), ekosistem darat alami, ekosistem suksesi, dan ekosistem buatan.

B.     Komponen-komponen Ekosistem
Dari sebuah lingkungan kita dapat menemukan komponen penyusun ekosistem, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai suatu organisme dapat berupa organisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme. Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik.

1.  Komponen Biotik

Komponen biotik suatu ekosistem merupakan komponen yang terdiri dari organisme yang dikelompokkan sebagai berikut.
  Berdasarkan cara memperoleh makanan
  Organisme autotrof, merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri). Organisme autotrof dibedakan menjadi dua tipe. Fotoautotrof adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Contohnya tumbuhan hijau. 
     Dalam proses fotosintesis, zat anorganik berupa air dan karbon dioksida diubah menjadi zat organik berupa karbohidrat. (zat pati/amilum) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Proses ini juga menghasilkan produk sampingan berupa oksigen yang sangat penting untuk pernafasan makhluk hidup. Berikut adalah reaksi fotosintesis:
                             cahaya matahari
         6H2O + 6CO2   ---------------      C6H12O6 + 6O2
                               klorofil

     Kemoautotrof adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri nitrit dan nitrat.
  Organisme heterotrof, adalah organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. Contohnya hewan, jamur dan bakteri non autotrof.

  Berdasarkan kedudukan fungsional dalam ekosistem (Niche)
  Produsen, semua organisme autotrof. contoh: tanaman padi.
  Konsumen, semua organisme heterotrof. Contohnya karnivora, herbivora dan omnivora.
  Pengurai atau perombak, organisme yang mampu menguraikan organisme mati menjadi mineral atau bahan anorganik kembali. Contohnya bakteri dan jamur.
  Detritivora, organisme yang memakan bahan organik dan diubah menjadi partrikel organik yang lebih kecil strukturnya. Contohnya cacing tanah dan kumbang kotora 


2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain sebagai berikut.
  Tanah
Tanah berperan penting bagi tumbuhan, hewan, dan manusia, sebagai tempat tumbuh dan hidupnya tanaman, melakukan aktivitas kehidupan, tempat berlindungnya hewan tertentu seperti tikus dan serangga, serta sumber nutrisi bagi tanaman.
Kondisi tanah ditentukan oleh derajat keasaman (pH) tanah, tekstur atau komposisi tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah terhadap penyerapan air, garam mineral dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman.
  Air
Semua organisme hidup tidak dapat lepas dari ketergantungannya terhadap air. Air diperlukan organisme dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya, tergantung dari kemampuannya menghemat penggunaan air. Organisme yang hidup pada habitat kering umumnya memiliki cara penghematan air.
  Udara
Udara sangat penting bagi kehidupan organisme. Sebagaimana manusia membutuhkan udara untuk bernapas. Kondisi udara pada suatu tempat sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut.
  Cahaya matahari, sangat penting untuk laju proses fotosintesis tumbuhan hijau untuk memberikan pasokan oksigen ke lingkungan.
  Kelembaban, merupakan kadar air yang terdapat di udara yang mempengaruhi kecepatan penguapan dan kemampuan bertahan hewan terhadap kekeringan.
  Angin, berpengaruh terhadap tumbuhan dalam hal sistem perakaran dan penyerbukan tanaman.
  Topografi
Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi persebaran organisme.
  Iklim
Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotik pada suatu tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.


C.    Macam-macam Ekosistem
Berikut di bawah ini adalah macam-macam ekosistem yang ada, antara lain sebagai berikut:
1.                  Ekosistem Perairan (Akuatik)
Ekosistem perairan terdiri dari ekosistem air tawar dan ekosistem laut. Ekosistem air tawar contohnya meliputi kolam, sungai, danau, rawa, rawa gambut, danau. Sedangkan, ekosistem laut misalnya hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkal dan laut dalam.
  Ekosistem air tawar
Ekosistem air tawar umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  Salinitas (kadar garam) rendah, umumnya lebih rendah daripada kadar garam plasma sel organisme yang hidup di dalamnya.
  Kondisi lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
  Variasi suhu antara permukaan dan dasar sangat rendah, relatif sama.
  Penetrasi cahaya di perairan kurang.
  Ekositem laut
Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
  Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
  NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
  Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
  Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman. 

2.                  Ekosistem darat (Terrestrial)
Ekosistem darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut. Berdasarkan posisi geografis, iklim, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut bioma dibedakan antara lain sebagai berikut.
  Bioma gurun
Bioma yang terletak dibelahan bumi sekitar 20°-30° lintang utara dan lintang selatan atau di daerah tropika yang berbatasan dengan bioma padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun antara lain sebagai berikut.
  Curah hujan rendah, yaitu 25 cm per tahun.
  Pancaran matahari sangat terik, penguapan tinggi, dan suhu siang hari dapat mencapai 40°C pada musim panas.
  Perbedaan suhu siang dan malam hari sangat besar.
  Bioma padang rumput
Bioma padang rumput terbentang dari daerah tropika sampai ke sub tropika. Ciri-ciri bioma padang rumput antara lain sebagai berikut.
  Curah hujan 25 - 50 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.
  Vegetasi yang mendominasi adalah rerumputan. Rumput yang hidup di bioma padang rumput yang relatif basah. Ukurannya bisa mencapai tiga meter, misalnya rumput Bluestem dan Indian Grasses. Rumput yang tumbuh di bioma padang rumput kering, ukurannya pendek-pendek, misalnya rumput Grana dan Buffalo Grasses.
  Hewannya adalah bison, Zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular, rodentia, belalang dan burung.
  Bioma hutan gugur
Pada umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropik yang mengalami pergantian musim panas dan dingin. Hutan gugur juga terdapat diberbagai pegunungan di daerah tropis. Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:
  Curah hujan sedang, yaitu 75 -150 cm per tahun.
  Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.
  Tumbuhannya mempunyai menggugurkan daunnya pada musim gugur.
  Vegetasinya adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm.
  Hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk.
  Hutan hujan tropis
Bioma ini terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperatur yang tinggi sekitar 25°C. Ciri-ciri hutan hujan tropis antara lain sebagai berikut.
  Curah hujan bioma hutan hujan tropis cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun.
  Tumbuhannya tinggi dan rimbun membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah.
  Tumbuhan khas, ialah liana dan epifit. Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah anggrek.
  Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing.
  Hewannya didominasi oleh aneka kera, babi hutan, burung, kucing hutan, bajing dan harimau.
  Bioma taiga
Bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut.
  Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.
  Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu konifer (pinus).
  Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.
  Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang.
  Vegetasinya Sprice (Picca), Alder (Alaus), Birch (Berula) dan Junipce (Juniperus).
  Hewannya antara lain moose, beruang hitam, serigala dan morten.
  Bioma tundra
Bioma ini terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut Tundra artik dan di puncak gunung disebut Tundra alpin. Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.
  Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.
  Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus menerus.
  Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak.
  Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.
  Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu.
  Hewannya Muskox, rusa kutub, kelinci, serigala, rusa dan domba. 

3.                  Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
  Bendungan
Suatu ekosistem buatan yang berupa bangunan penahan atau penimbun air untuk berbagai keperluan, misalnya irigasi, pembangkit listrik.
  Hutan tanaman industri
Hutan yang sengaja ditanami dengan jenis tanaman industri. Jenis tanaman yang umum ditanam adalah jati, pinus, mahoni, rasamala, dan damar.
  Agroekosistem
Suatu ekosistem buatan berupa ekosistem pertanian, misalnya sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, perkebunan (teh, kopi kelapa sawit, dan karet), kolam tambak, ladang, dan pekarangan.

D. Piramida Ekologi
      
Piramida ekologi adalah susunan tingkat trofik (tingkat nutrisi atau tingkat energi) secara berurutan menurut rantai makanan atai jaring-jaring makanan dalam ekosistem. piramida ekologi ini berfungsi untuk menuntukkan perbandingan antara tingkatan trofik yang satu dengan tingkatan trofik lainnya pada suatu ekosistem. Piramida ekologi dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida energi.
      a. piramida jumlah, yaitu piramida yang menunjukkan jumlah organisme pada tiap tingkatan trofik. piramida jumlah berbentuk segitiga tegak.
     b. piramida biomassa, yaitu piramida yang menggambarkan berat atau massa kering total organisme dari masing-masing tingkat trofik pada suatu ekosistem dalam kurun waktu tertentu. piramida biomassa di darat berbentuk segitiga tegak, sedangkan piramida biomassa untuk ekosistem perairan berbentuk segitiga terbalik.
       c. piramida energi, yaitu piramida yang menggambarkan terjadinya penurunan energi pada tiap tahap tinngkatan trofik. Jumlah total energi pada setiap tingkatan trofik ke arah puncak piramida semakin kecil. secara umum konsumen hanya mampu memanfaatkan 10% energi yang diperoleh dari organisme yang berada pada tingkat trofik di bawahnya, sebab sebagian besar energi terbuang sebagai panas. bentuk piramida energi selalu piramida tegak. 
 

E. Interaksi Antar Komponen Ekosistem
Terdapat beberapa tipe interaksi antar spesies yaitu netralisme, kompetisi, predasi, mutualisme, komensalisme, parasitisme, antibiosis, parasitisme, protokooprasi dan amensalisme.
1.      Netralisme
Interaski antara dua atau lebih spesies yang masing-masing tidak ada asosiasi. Dalam hal ini tidak ada yang untung dan yang dirugikan. Contohnya
  sapi dengan kucing. Sapi mencari rumput sebagai makanannya, dan kucing berburu tikus sebagai makannya.
  burung bangau yang memakan siput, ikan dengan burung pipit yang memakan padi di sawah.
2.      Kompetisi
Kopetisi ialah interaksi antara dua atau lebih spesies yang saling menghalangi atau berebut.
            Kompetisi dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Kompetisi intra spesifik, yaitu persaingan yang  terjadi antara individu yang memiliki spesies sama.
Contoh: sesama kambing jantan berkelahi, untuk memperebutkan pasangan kawinnya.
b.      Kompetisi intersesifik, yaitupersaingan yang terjadi antara individu yang berbeda spesies.
Contoh : tanaman jagung dan rumput yang sama-sama tumbuh di ladang. Kambing dan kerbau yang sama-sama makan rumput.

3.      Predasi
Predasi adalah suatu bentuk hubungan antara pemangsa dan mangsanya. Contohnya seperti  tikus yang dimakan kucing.

4.      Mutualisme
Simbiosis mutualisme, adalah cara hidup dengan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan antar individu makhluk hidup yang berlainan jenis atau berbeda spesies. contohnya:
  Lebah atau kupu-kupu dan bunga.

5.      Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis dinmana salah satu spesies mendapatkan keuntungan dari yang lain sementara spesies yang lainnya tidak dirugikan. Contohnya :
  Tumbuhan paku/anggrek dan pohon yang tinggi di hutan 
  Ikan remora dan hiu
  Tumbuhan dan laba-laba
6.      Parasitisme
Simbiosis parasitisme, yakni hubungan dua makhluk hidup yang berbeda spesies, dengan salah satu makhluk hidup memperoleh keuntungan dan yang lainnya dirugikan. Contohnya
  Benalu dan pohon mangga 
  Tali putri dan tanaman beluntas
  Cacing pita dan tubuh manusia.

7.      Protokooperasi
Simbiosis protokooperasi, yakni cara hidup bersama atau timbal balik antara dua makhluk hidup yang berbeda spesies, di mana jika kedua makhluk hidup bersimbiosis atau bersatu akan menjadi lebih baik. Namun, tanpa melakukan simbiosis pun kedua makhluk hidup ini tetap dapat hidup normal. Simbiosis tipe ini umumnya akan membentuk spesies yang baru dan lebih unggul dari pada individu pembentuknya. Contohnya :
  lumut kerak yang merupakan perpaduan antara simbiosis jamur dan ganggang.
  Kerbau dengan burung jalak

8.      Antibiosis / amensalisme
Anatibiosis adalah suatu bentuk hubungan antara makhluk hidup yang berbeda jenis atau berseda spesies dimana makhluk hidup yang satu menghambat dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yang lain. Contohnya:
  hubungan antara jamur yang mengeluarkan racun sehingga menghambat pertumbuhan organisme lain disekitarnya.


Jadilah orang baik

 banyak sekali manusia didunia ini yg penuh dengan segala sifat, mengapa semua itu diciptakan oleh tuhan Yang Maha Esa, ntah mengapa harus d...